About Us / News and Events / Hari Anak Sedunia vs Hari Anak Nasional: Beda Tapi Satu Tujuan

Hari Anak Sedunia vs Hari Anak Nasional: Beda Tapi Satu Tujuan

Setiap kali memasuki bulan November dan Juli, kita sering disuguhi ucapan selamat hari anak. Kadang bingung, kok ada dua hari yang sama-sama merayakan anak? Apa bedanya Hari Anak Sedunia dan Hari Anak Nasional? Banyak orang mengira cuma beda tanggal saja, padahal makna dan latar belakangnya cukup berbeda—meski pada akhirnya sama-sama ingin yang terbaik bagi anak-anak.


Hari Anak Sedunia: Suara Anak Seluruh Dunia

Hari Anak Sedunia diperingati setiap tanggal 20 November. Tanggal ini dipilih oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena bertepatan dengan hari di mana Deklarasi Hak Anak disepakati pada tahun 1959, dan kemudian disahkan menjadi Konvensi Hak Anak pada tahun 1989.


Peringatan ini bukan sekadar perayaan, melainkan pengingat bagi seluruh dunia bahwa setiap anak—tanpa memandang di mana mereka lahir, apa agamanya, atau bagaimana kondisinya—memiliki hak yang sama: hak untuk hidup, tumbuh, belajar, dilindungi, dan didengar pendapatnya. Di hari ini, perhatian dunia tertuju pada anak-anak yang masih mengalami kesulitan: mereka yang terkena dampak perang, kemiskinan, bencana, atau diskriminasi. Jadi nuansanya lebih universal, mengajak semua negara untuk bekerja sama menjamin hak-hak anak di mana saja.



Hari Anak Nasional: Semangat Khusus untuk Anak Indonesia

Berbeda dengan yang sedunia, Hari Anak Nasional di Indonesia diperingati setiap tanggal 23 Juli. Tanggal ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden sejak tahun 1984, bertepatan dengan hari lahir Ibu Kita Kartini.



Kenapa Kartini? Karena semangatnya untuk memperjuangkan hak pendidikan dan kemajuan kaum perempuan—termasuk anak-anak perempuan—menjadi dasar penting bagi bangsa ini untuk memberikan perhatian khusus pada tumbuh kembang anak Indonesia. Peringatan ini lebih menekankan pada kondisi anak di tanah air: bagaimana memastikan setiap anak Indonesia bisa tumbuh sehat, cerdas, berkarakter, serta mencintai budaya dan tanah airnya. Kegiatannya pun lebih beragam di lingkungan sekitar kita—mulai dari sekolah, kelurahan, hingga instansi pemerintahan—dengan nuansa yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari kita.



 

Satu Harapan yang Sama

Meskipun berbeda tanggal dan asal-usulnya, kedua peringatan ini punya pesan yang sama: anak adalah masa depan yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Hari Anak Sedunia mengingatkan kita bahwa nasib setiap anak adalah tanggung jawab bersama seluruh umat manusia. Sementara Hari Anak Nasional mengajak kita untuk lebih peduli, lebih dekat, dan lebih berperan langsung dalam kehidupan anak-anak di sekitar kita sendiri.



Jadi, tak perlu bingung lagi jika ada dua perayaan ini. Yang terpenting bukanlah tanggalnya, melainkan apa yang kita lakukan setelahnya. Apakah kita sudah mendengarkan apa yang anak rasakan? Apakah kita sudah memberi mereka ruang untuk tumbuh tanpa rasa takut? Atau sekadar memastikan mereka bisa bermain dan belajar dengan tenang?



Pada akhirnya, merayakan hari anak bukan hanya soal memberi hadiah atau mengadakan pesta. Tapi tentang menyadari bahwa setiap tindakan kita hari ini akan membentuk siapa mereka di masa depan. Baik tanggal 23 Juli maupun 20 November, semoga menjadi pengingat abadi: Anak bukan hanya penerus bangsa, mereka adalah manusia yang berhak bahagia sejak sekarang.


Humas Al Fauzien

Do you need help?
Al Fauzien Islamic School

Blok. V Pesona Depok Estate, Jl. Margonda Raya No.12, Depok, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16431

  cs@alfauzien.sch.id
  (021) 776 0141

WhatsApp
Facebook
YouTube
Instagram
Pinterest
Twitter